Selasa, 01 Juni 2010

Untuk Kalian Yang Ku Sayang

Aku sering terjebak dengan perasaanku sendiri..dan pada akhirnya perasaan aku sendirilah yang mengontrol seluruh egoku.

Sangat tidak baik..aku menyadarinya.

Aku hanyalah manusia biasa yang tidak terlepas dari segala kekhilafan..
Tuhan, izinkan aku membahagiakan mereka..orang tuaku, sahabat-sahabatku, dan orang-orang di sekitarku.

Melihat mereka tersenyum, sudah sangat membuatku bahagia..
Tak ingin aku merusak kebahagiaan mereka..apalagi membuat mereka merasa kesulitan.

Aku ingin belajar menjadi wanita yang sanggup menghadapi segala persoalan tanpa harus menyusahkan mereka, walaupun itu tidak mungkin tapi paling tidak aku hanya sedikit merepotkan mereka saja..

Sebarkanlah seluruh aura kebahagiaan yang aku punya, yang aku rasakan kepada mereka Tuhan..aku ingin melihat mereka tertawa.

Jauhkanlah orang-orang yang aku sayang dari segala kesedihan..
Engkau hadirkan mereka sebagai penguat untukku..aku bisa setegar ini juga karena mereka, aku bisa tetap berdiri tegak karena mereka selalu menopang tubuh ini yang terkadang lemah.
Aku selalu berdoa untuk mereka..

Airmata yang mereka teteskan..kerutan di dahi mereka karena pusing membantuku untuk mernyelesaikan masalah, ingin aku balas dengan senyuman yang lebar dan tertawa yang terbahak-bahak.

Paling tidak bisa membuat mereka kembali kedalam kebahagiaan mereka..
Baru aku bisa menghela nafas lega..syukurlah Tuhan.

Dan akupun tersenyum ketika mereka tersenyum.. ^_^

Terima kasih my biggest inspiration (orangtuaku), sahabat-sahabatku, teman-temanku dan kalian semua yang secara tidak langsung mungkin ikut peduli denganku..sekalipun mungkin disekitarku ada yang membenciku, tapi aku tidak pernah membencinya.

Tuhan akan selalu memberikan kebahagiaan untuk kalian semua..

Cintaku untuk kalian..

Dari Kania Indaningrum

Ikhlas Dalam Kecewa

Ada sebbuah pertanyaan “Apa pertanyaan yang ditanyakan oleh hati dan pikiran itu sama, apa hati ini terus berjalan beriringan dengan pikiran kita?

Lalu aku menjawab :

Ya,tentu saja sama. Setiap hati kita mempertanyakan sesuatu, maka pikiran kita pasti ikut mencari jawaban dari pertanyaan itu. Hati dan pikiran akan selalu beriringan dan berkaitan. Hanya saja hati lebih mencari jawaban berdasarkan perasaan dan pikiran berdasarkan logika, keduanya tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Yang benar adalah keduanya harus dikombinasi supaya balance dan keputusan atau jawaban yang kita dapat juga terbaik. Tapi pada kenyataan kita hanya berpijak pada salah satu itu. Terlalu pakai perasaan dan kadang terlalu pakai logika, makanya kita cenderung bimbang.

Disaat manusia bimbang, mereka lebih sering tidak memperdulikan apa yang telah terjadi dan apa yang akan terjadi. Mereka hanya akan berjalan dengan egonya saja. Maka dari itu, hati dan pikiran harus bisa balance supaya apa yang kita mau bisa terprediksi dengan baik. Siapkan satu ruang di hati untuk segala kemungkinan yang akan terjadi (kita terima).

Terkadang jawaban (kenyataan) yang kita terima tidak sesuai dengan keinginan kita. Dan disaat itulah manusia akan merasa kecewa dengan keadaannya. Perlu mereka sadari bahwa manusia tidak akan pernah tahu apa yang terjadi nanti. Sering kali kenyataan tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Tapi sadarilah bahwa apa yang terjadi sama kita itu adalah “gift from God”. Dan itulah yang terbaik menurut Tuhan untuk kita. Walaupun bagi kita itu bukan yang terbaik untuk kita (karena tidak sesuai dengan harapan kita). Ikhlas dan berbesar hati itu kuncinya.
Pada akhirnya manusia sering mengeluhkan keadaan dirinya. Mereka lupa..

Apakah harus selalu mengeluh??

Apakah kita harus menyesalinya??

Apakah dengan kita melakukan itu, semuanya akan berubah sesuai keinginan kita??
Belum tentu bukan?? Kita pasti menyadari hal itu..

IKHLAS..

Ikhlas tidak perlu ditunjukkan dalam bentuk nyata. Cukup hati kita berkata “AKU IKHLAS” , tanpa kita sadari sikap kita pun akan menunjukkan hal yang sama. Manusiawi memang jika manusia kecewa, tapi apakah harus semua orang tahu kalau kita sedang kecewa??
Disaat hati kita merasa kecewa, jangan wujudkan dalam ucapan karena endingnyaakan terlihat juga dalam sikap kita. Tugas kita adalah bagaimana caranya kekecewaan itu, bisa kita jadikan sebagai spirit untuk kita bangkit dan tidak terpuruk terus menerus.

So, jauhkanlah kata-kata KECEWA dari pikiran kita. Tuhan selalu adil kepada seluruh umat-Nya, dan percayalah Tuhan tidak pernah bermaksud untuk membuat umat-Nya kecewa tapi itu justru dimaksudkan agar kita tetap kuat dalam menghadapi dan menjalani apa yang telah Tuhan takdirkan.

By : Kania Indaningrum

Rencana Tuhan Itu Tepat

Tuhan selalu punya rahasia tersendiri untuk umat-Nya. Dia berikan setiap manusia kenyataan dan jalan hidup yang berbeda-beda. Setiap manusia sudah mempunyai jalan hidupnya sendiri-sendiri dengan segala maksud dibalik itu semua. Tapi terkadang manusia justru sering menyalahkan Tuhan akan segala yang terjadi dalam hidupnya, padahal jauh sebelum ia mendapatkan itu semua, saat ia ditakdirkan berada dalam rahim seorang ibu, Tuhan sudah menentukan segala takdir hidupnya, setiap kebahagiaan dan kepahitan dalam hidup sudah digariskan oleh-Nya. Salahkah manusia yang seperti itu???

Tentu tidak, karena terkadang manusia tidak pernah menyadari akan kehadiran Tuhan dalam hidupnya. Padahal jika ia benar-benar menyadarinya, ia pasti bisa lebih memaknai apapun yang ia terima. Mungkin Tuhan akan tersenyum jika semua manusia bisa seperti itu. Kenapa juga manusia harus mengeluh, padahal ia hanya menjalankannya saja tidak diminta untuk mengatur jalan hidupnya.

Setiap masalah yang diberikan oleh Tuhan pasti sudah ada jalan keluar yang terbaiknya pula. Sama halnya seperti ujian, pasti ada jawabannya yang paling benar dari setiap soalnya. Benar atau salahnya jawaban itu tergantung kita memahami soal yang diberikan, jika kita bisa memahami dan menjawab pertanyaannya dengan tepat dan benar maka kita akan dinyatakan lulus dan naik tingkat. Begitu pula dalam hal cobaan Tuhan.
Jika kita dapat melaluinya dengan penuh keyakinan dan kesabaran, Tuhan akan menaikkan derajat kita sebagai makhluk-Nya. Itu sudah pasti.

By : Kania Indaningrum

PAHAMILAH

Terkadang manusia tidak bisa membedakan apa yang mereka inginkan dan apa yang mereka butuhkan..
Terutama dalam hal pasangan (cinta)..

Banyak orang yang menginginkan mempunyai pasangan yang sempurna, sesuai dengan apa yang mereka inginkan..
Tapi tanpa mereka sadari tidak semua kriteria yang mereka inginkan adalah apa yang mereka butuhkan untuk membuat hidupnya bahagia..
Sebenarnya mereka membutuhkan seseorang yang bisa menerima diri mereka apa adanya, yang menyayangi mereka dengan setuls hati dan membawanya ke arah yang lebih baik..

Apakah kalian pernah mengalami hal itu??
Mungkin pernah, tapi sekali lagi..kalian mungkin tidak menyadarinya.

Ketika mereka sudah mendapatkan pasangan yang sesuai dengan keinginannya..mereka hanya merasa senang dan bangga saja, belum tentu bahagia.
Karena itu hanya sebatas ambisi saja bukan dari hati..bagi mereka yang penting sudah mendapatkan apa yang mereka inginkan.
Sementara itu apa yang mereka butuhkan belum mereka temukan..dan pada akhirnya mereka akan banyak menuntut pasangannya untuk menjadi apa yang mereka butuhkan.

Dan apa yang terjadi?? Pastilah ego yang akan bertindak..mereka akan cenderung egois dan selalu menuntut tanpa mau dituntut, karena merasa dirinya sudah “pas” dalam kadarnya.

Coba kita berkaca diri apakah kita sepeti itu atau tidak..
Dan apakah kita sudah menemukan seseorang yang kita butuhkan untuk membuat hidup kita terasa sempurna??

Renungkanlah..peka terhadap perasaan kita sendiri.
Karena hanya hati dan diri kitalah yang lebih mengetahui hal itu..dan Tuhan tentunya.
Jika inginkan seseorang yang terbaik..perbaikilah diri kita terlebih dahulu.
Niscaya jika di mata Tuhan kita sudah menjadi seseorang yang baik..pasti kita akan disandingkan dengan seseorang yang baik pula.

Carilah seseorang yang bisa menyempurnakan hidup kita..bukan seseorang yang sempurna di mata kita.
Karena kita tidak akan pernah menemukan seseorang yang sempurna di dunia ini..hanya Tuhanlah Yang Maha Sempurna.

By : Kania Indaningrum

Sabtu, 29 Mei 2010

Arti Tahi Lalat Di Wajah

Percaya tidak percaya, tahi lalat tak sekedar menempel begitu saja di tubuh kita. Bagi yang percaya, letak tahi lalat ada hubungannya terhadap kepribadian seseorang. Coba deh perhatikan sekali lagi letak tahi lalat Anda dan temukan artinya di bawah ini.

SEPUTAR WAJAH
- Pelipis kanan: menandakan Anda seorang yang pandai menyimpan rahasia. Bagi Anda, rahasia yang Anda pegang pantang dibocorkan pada pihak lain.

- Pelipis kiri: Anda punya jiwa sosial yang oke. Hati Anda mudah trenyuh melihat penderitaan orang lain. Saking dermawannya, terkadang Anda rela memberi lembaran uang Anda satu-satunya kepada orang lain yang dianggap lebih butuh.

- Dahi kanan: Anda orang yang pandai bergaul. Di tempatkan di lingkungan sosial mana pun, dipastikan Anda tidak bakalan susah. Kelebihan lain, Anda pribadi yang senang bertualang.

- Dahi kiri: Anda tipikal pemikir. Otak Anda termasuk encer. Motto hidup Anda, tidak ada masalah yang tak ada jalan ke luarnya.

- Alis sebelah kanan: memiliki gambaran pribadi yang banyak memikul beban. Orang seperti ini gampang terkena stres.

- Ailis sebelah kiri: menandakan Anda seorang yang egois, mau menang sendiri dan sering kali tidak peduli terhadap kesulitan orang lain.

- Hidung: Anda disukai banyak orang. Anda juga bukan orang yang pelit. Rezeki Anda terbilang berlimpah.

- Pipi kanan: menggambarkan kepribadian yang rendah hati, suka menolong dan tidak tegaan. Berhati-hati saja karena banyak yang akhirnya memanfaatkan kebaikan Anda.

- Pipi kiri: Anda termasuk pribadi yang boros. Anda juga dikenal sebagai orang yang baik hati, berbudi luhur, dan tidak sombong.

- Bibir atas dan bawah kanan: Anda lihai berdebat. Siapa pun yang mengajak Anda adu mulut, dijamin tidak akan pernah menang melawan Anda.

- Bibir atas kiri: Anda orang yang pintar bergaul dan mudah klik dengan siapa saja.

- Bibir bawah kiri: wah... Anda terkenal cerewet, ya. Hal kecil saja bisa membuat Anda ‘bernyanyi’ sepanjang hari.

- Dagu kanan: menggambarkan watak yang penuh kasih sayang. Anda sangat cocok memelihara binatang atau tanaman, karena Anda tipe orang yang bisa merawat dengan penuh cinta.

- Dagu kiri: pemilik tahi lalat di dagu kiri kebanyakan berkepribadian pendiam, tidak banyak bicara dan hemat dalam pengeluaran keuangan.

- Telinga kanan: Anda terkenal punya kemuaan keras. Kalau sudah menginginkan sesuatu, Anda akan maksimal mengerahkan segala daya dan upaya untuk mendapatkannya.

- Telinga kiri: waduh.. mereka yang mempunyai tahi lalat di titik ini biasanya mudah tersinggung dan emosinya cepat sekali meledak.

sumber kompas.com

Katakan Cinta dengan KATA

Tak ada yang salah dengan wanita mengatakan cinta terlebih dulu. Hanya, masih ada yang risih dengan cara ini dan memilih mengirim sinyal cinta saja. Namun apakah sinyal ini bisa langsung ditangkap pria? Jangan bunuh diri dulu jika Anda merasa cinta Anda tak berbalas. Mungkin sang pangeran cuma tidak memahami sinyal cinta Anda. Karena penyampaian lewat cara berikut ini, belum tentu sampai pada hati pria


1. Bahasa tubuh


Ya, sebagian pria menganggap menyilangkan kaki hingga kaki jenjang plus sepatu seksi Anda terlihat sangat menggoda. Tapi gaya bahasa ini bisa mengintimidasi sejenis pria tertentu. Coba metode lain yang terasa lebih nyaman oleh semua pria, misalnya menyenggol tangan saat sedang bercanda.

2. Memainkan rambut

Mitos kuno berkata, jika seorang wanita memainkan rambutnya, itu indikasi ia menyukai pria di hadapan. Meski sering terbukti kebenarannya, jika Anda memainkan rambut hanya untuk menunjukkan rasa suka, Anda malah terlihat palsu dan gugup. Ada cara yang lebih mudah dipahami: Kontak mata dan tersenyum.

3. Dandan maksimal!

Inilah divisi gender: Pria melihat keseluruhan, wanita memperhatikan detail. Anda boleh memprotes pernyataan ini tidak mendukung emansipasi, tapi Anda tetap harus mengakui kebenarannya terkadang. Jika di tengah pembicaraan Anda pergi ke toilet untuk menambah bedak, ia mungkin tak sadar bedanya. Persiapkan penampilan semaksimal mungkin sebelum bertemu. Sekarang saatnya fokus membuat percakapan yang seru.

4. Cintaku di tembok Facebook

Anda mengirim ucapan selamat ulang tahun dan mengundang nikahan via Facebook. Jadi apa salahnya menyatakan cinta lewat medium yang sama? Sayangnya, Anda tak bisa yakin sang pangeran punya pandangan yang sama tentang Facebook. Beberapa tidak mengecek Facebook setiap hari. Sisanya membalas pesan seminggu kemudian. Jangan sia-siakan kemampuan menulis puisi Anda hanya untuk dibaca 1,027 temannya!(mg)

Gangguan Komunikasi pada Anak

Adi berusia 2 tahun dan masih belum bisa berbicara. Dia dapat mengatakan beberapa kata, namun dibandingkan teman sebayanya , menurut anda adi jauh ketinggalan. Anda mengingat bahwa kakaknya dapat merangkai kalimat yang benar pada usia yang sama. Beberapa anak memang ada yang lebih cepat berjalan atau lebih cepat berbicara, berharap bahwa adi akan bisa berbicara lancar apabila terus dilatih maka anda menunda untuk meminta bantuan profesional.

Kasus ini adalah kasus yang umum kita temukan di kalangan orangtua yaitu kasus anak terlambat berbicara. Banyak orang tua ragu untuk mencari bantuan karena mereka berusaha meyakinkan diri mereka bahwa anak nanti juga akan bisa berbicara. Mengetahui apa itu normal dan yang tidak di dalam perkembangan berbicara dan bahasa anak dapat membantu anda untuk lebih teliti memperhatikan apakah anak berada dalam jalur yang benar.

Perkembangan Bicara dan Bahasa yang Normal

Sangat penting untuk mengerti perkembangan bicara dan bahasa pada anak anda. Terkadang sulit untuk membedakan apakah anak hanya imatur di dalam kemampuannya berkomunikasi atau anak memiliki gangguan yang membutuhkan bantuan profesional.

Perkembangan berbicara dan bahasa anak adalah:
• Sebelum 12 bulan : Mengoceh atau ‘babbling’ adalah tahap awal dari perkembangan berbicara. Apabila bayi beranjak besar (sekitar 9 bulan), mereka mulai untuk menggunakan nada yang berbeda-beda untuk berbicara, berkata ‘mama’ dan ‘dada’ (tanpa mengerti artinya). Sebelum usia 12 bulan, anak mulai tertarik pada suara

• Usia 12-15 bulan : Anak pada usia ini memiliki variasi babbling mereka dan minimal 1-2 kata yang dimengerti sudah dikeluarkan (tidak termasuk ‘mama’ dan ‘dada’) . Anak usia ini sudah dapat mengerti dan mengikuti petunjuk tunggal (seperti: “Tolong berikan saya mainan itu”) atau mengerti perintah dan sedikit pertanyaan (contoh : Mana hidungmu?)

• Usia 18-24 bulan : Anak sudah memiliki sekitar 20 kata pada usia 18 bulan, dan sekitar 50 kata atau penggalan kata pada usia 24 bulan. Pada usia 24 bulan, anak harus belajar mengkombinasikan 2 kata seperti “Susu sapi”. Usia 2 tahun seharusnya juga sudah dapat mengikuti 2 macam perintah (seperti : “Tolong ambilkan mainan itu dan bawakan saya gelasmu”)
• Usia 2-3 tahun : Koleksi kata-kata anak sudah meningkat, dapat mengkombinasikan 3 atau lebih kata menjadi kalimat, mengerti berbagai macam perintah, dapat mengidentifikasikan warna dan mengerti konsep deskriptif (contoh : besar vs kecil)


Apa yang dimaksud dengan gangguan komunikasi?


Yang dimaksud dengan gangguan komunikasi meliputi berbagai lingkup masalah yaitu gangguan bicara, bahasa, dan mendengar. Gangguan bahasa dan bicara melingkupi gangguan artikulasi, gangguan mengeluarkan suara, afasia (kesulitan menggunakan kata-kata, biasanya karena memar atau luka pada otak), dan keterlambatan di dalam berbicara atau berbahasa. Keterlambatan bicara dan bahasa tergantung dari beberapa penyebab, termasuk di dalamnya adalah faktor lingkungan atau gangguan pendengaran.

Berapa banyak anak memiliki gangguan komunikasi?

Gangguan wicara pada anak adalah salah satu kelainan yang sering dialami oleh anak-anak dan terjadi pada 1 dari 12 anak atau 5 – 8 % dari anak-anak presekolah. Hal ini mencakup gangguan berbicara (3%) dan gagap (1%). Konsekuensi yang diambil pada gangguan wicara yang terlambat ditangani adalah perubahan yang signifikan dalam hal tingkah laku, gangguan kejiwaan, kesulitan membaca, dan gangguan prestasi akademik termasuk penurunan prestasi di sekolah sampai drop-out. Sampai saat ini, gangguan wicara pada anak merupakan masalah yang sulit terdeteksi pada pusat pelayanan primer

Gangguan pendengaran bervariasi sekitar 5% dari anak usia sekolah dengan level pendengaran di bawah normal. Dari jumlah ini, 10-20% memerlukan pendidikan khusus. Sekitar 1/3 dari anak yang memiliki gangguan pendengaran, bersekolah di sekolah biasa, 2/3 dari mereka memasuki pendidikan khusus atau sekolah luar biasa untuk tuna rungu.


Apa penyebab gangguan komunikasi?


Banyak gangguan komunikasi muncul dari kondisi lain seperti gangguan pembelajaran, cerebral palsy, retardasi mental, atau sumbing bibir dan palatum. Anak dengan keterlambatan bicara memiliki gangguan pengucapan, yang berarti terdapat komunikasi tidak efektif pada area otak yang bertanggungjawab untuk berbicara. Anak dapat mengalami kesulitan di dalam menggunakan bibir, lidah, dan rahang untuk memproduksi suara. Tidak mampu berbicara dapat merupakan masalah satu-satunya atau dapat diikuti dengan masalah lainnya seperti kesulitan menelan. Keterlambatan berbicara dapat mengindikasikan keterlambatan perkembangan.

Gangguan pendengaran umumnya berkaitan dengan keterlambatan berbicara, bila anak memiliki gangguan pendengaran, dia juga dapat memiliki gangguan mengerti pembicaraan dan gangguan menirukan dan menggunakan bahasa. Gangguan pendengaran terbagi atas gangguan pendengaran parsial dan ketulian total. Ketulian dapat didefinisikan sebagai kesulitan berkomunikasi secara auditori atau memerlukan alat bantuan berupa amplifikasi. Terdapat 4 tipe dari gangguan pendengaran. Gangguan pendengaran konduktif yang disebabkan penyakit atau sumbatan pada liang telinga maupun telinga tengah, biasanya dapat dibantu dengan hearing aid. Gangguan pendengaran sensorineural terjadi Karena kerusakan pada sel rambut sensori dari telinga dalam atau kerusakan dari saraf telinga, umumnya tidak dapat dibantu dengan hearing aid. Gangguan pendengaran campuran yaitu kombinasi gangguan dari telinga luar atau telinga tengah, dan telinga dalam. Gangguan pendengaran sentral yang berasal dari kerusakan saraf atau otak.


Apa karakteristik dari anak-anak dengan gangguan komunikasi?


Bayi yang tidak berespon dengan suara atau tidak bisa’bubbling’ atau mengoceh merupakan hal yang perlu diperhatikan. Pada usia 12-24 bulan, perhatian lebih perlu diberikan pada anak dengan :
• Tidak dapat menggunakan bahasa tubuh seperti menunjuk atau melambai pada usia 12 bulan
• Memilih bahasa tubuh dibandingkan vokalisasi untuk berkomunikasi pada usia 18 bulan
• Memiliki kesulitan menirukan suara atau kata pertama tidak muncul pada usia 18 bulan
Pada anak usia lebih dari 2 tahun, anda harus mencari bantuan apabila :
• Hanya dapat mengulang kata atau suara tanpa mampu menghasilkan kata atau kalimat sendiri
• Hanya mengucapkan beberapa kata atau suara berulang-ulang
• Tidak dapat mengikuti petunjuk sederhana
• Memiliki suara yang tidak biasa (suara hidung)
• Lebih sulit dimengerti dibandingkan sebayanya, orangtua dan pengasuh sebaiknya mengerti separuh dari yang diucapkan anak pada usia 2 tahun, sekitar ¾ dari yang diucapkan pada anak 3 tahun, dan pada usia 4 tahun, anak anda seharusnya sudah dapat dimengerti seluruh kata-kata yang dia keluarkan

Anak dengan keterlambatan bicara dan bahasa memiliki berbagai karakteristik
termasuk ketidakmampuan untuk mengikuti petunjuk, lambat dalam berbicara, kesulitan artikulasi, dan kesulitan dalam membuat kalimat.

Gagap adalah gangguan dalam berbicara atau lambat di dalam berbicara, umumnya muncul antara usia 3-4 tahun dan dapat berkembang menjadi kasus yang kronik apabila tidak ditangani secara adekuat. Gagap dapat secara spontan menghilang pada usia remaja, namun terapi bicara dan bahasa sebaiknya dilakukan sebelumnya.

Anak dengan kemungkinan gangguan pendengaran dapat muncul dengan kurangnya kemampuan pendengaran, perlunya pengulangan pertanyaan sebelum dapat menjawab yang benar, berbicara dalam kata-kata yang kurang tepat, atau mengalami kebingungan dalam diskusi. Deteksi dan diagnosis dini gangguan pendengaran sebaiknya segera dilakukan dan ditangani dengan segera.
Apa yang harus dilakukan pada anak dengan gangguan komunikasi?

Apabila anda atau dokter anak anda mencurigai adanya gangguan komunikasi, maka evaluasi dini oleh profesional sebaiknya segera dilakukan. Suatu evaluasi yang dilakukan oleh ahli patologi bicara dan bahasa diantaranya adalah melihat kemampuan berbicara dan berbahasa anak anda menggunakan tes dan skala yang sudah distandarisasi. Ahli patologi tersebut juga akan mengamati apa yang anak mengerti, apa yang anak dapat katakan, komunikasi bahasa tubuh seperti menunjuk, menggeleng, dan status oral-motor anak (bagaimana bentuk bibir, lidah, langit-langit mulut, apakah mereka dapat bekerjasama di dalam berbicara, makan, dan menelan).

Apabila ahli tersebut menyatakan bahwa anak anda memerlukan terapi bicara maka keterlibatan orangtua sangat berperan. Suatu tim yang terdiri dari guru, terapis bicara dan bahasa, audiologis, dan orangtua diperlukan untuk menangani gangguan komunikasi pada anak. Amplifikasi mungkin dibutuhkan pada anak dengan gangguan pemdengaran. Anak yang tidak dapat dibantu dengan hearing aid memerlukan terapi yang dini, seperti penggunaan bahasa isyarat dan membaca bibir yang dapat membantu komunikasi mereka.

Orangtua dapat membantu untuk mengevaluasi dan mengamati perkembangan komunikasi anak dengan cara memiliki waktu untuk berkomunikasi dengan anak, meskipun anak masih bayi, berbicara dan menyanyi pada anak dapat merangsang peniruan suara dan bahasa tubuh; bacalah buku untuk anak anda, dimulai pada usia anak 6 bulan dengan buku yang sesuai dengan usia anak; gunakan kehidupan sehari-hari untuk melatih bicara anak, yang berarti berbicaralah sepanjang hari seperti sebutkan nama-nama makanan di supermarket, jelaskan apa yang anda lakukan ketika anda memasak atau membersihkan ruangan, tunjuk benda-benda di sekitar rumah, dan yang terakhir adalah tanyakan kembali pengetahuan yang sudah anda berikan atau lihat respon anak anda.